Home / BUDAYA / Cerita Rakyat Legenda Candi Bumi Ayu ” Putri Ayu Urang Silam “

Cerita Rakyat Legenda Candi Bumi Ayu ” Putri Ayu Urang Silam “

ilustrasi

Dahulu kala ketika kerajaan Sriwijaya masih di masa kejayaanya ada seorang patih yang di beri hutan belukar oleh  Raja kerajaan Sriwijaya  .Hadiah itu sebagai balas jasa baginda kepada Patih atas jasa perjuangan yang gagah berani pada saat pertempuran membesarkan Kerajaan Sriwijaya  .

 Daerah tersebut   berupa hutan belantara yang terletak jauh  pedalaman  di pinggir Sungai Lematang , hutan alas   pemberian sang Raja oleh patih buka nya menjadi perkampungan dan lahan pertanian . Sebelum patih itu ke sana di sebelah hutan itu telah ada perkampungan kecil . Untuk sementara waktu patih membangun rumah di sana . Penduduk desa di sana memanggil nya Abang , yang dalam melayu kuno artinya seorang lelaki yang di hormati , dan jika penduduk di sana ingin ke rumah nya selalu berkata ingin ke Tanah abang yang maksudnya ingin ke rumah abang/patih , oleh patih daerah tersebut di sebut Tanah abang

 

Candi Hindu

 Hari berganti-ganti ,minggu berbilang minggu , bulan merajut tahun akhirnya hutan tersebut selesai di buka dan sekarang di sulap menjadi lahan pertanian yang subur makmur . Sang   patih pun membangun rumah limas di sana .Melihat tanah yang subur , banyak penduduk meminta izin lagi untuk tempat tinggal atau tanah pertanian ,dan patih pun mengizin kan

 

 

Setelah selesai membuka lahan saatnya patih menjemput istrinya ,patih pergi menuju Sriwijaya , rumah dan tanah pertanian di titipkanya ke pada penduduk .Patih beserta prajurit yang mengawalnya dan mendampinginya berangkat ke Sriwijaya . Setelah berbulan bulan Patih kembali ke Tanah abang ,kali ini membawa seorang istri dan abdi dalemnya dan beberapah puluh orang prajurit .Dan Patih di angkat menjadi adipati di sana Patih memerintah dengan adil dan bijaksana , rakyat mencintainya dan menyayangi istrinya . Seiring dengan bergulirnya waktu daeah tersebut semakin ramai sehingga transportasi Sungai lematang semakin ramai . Penduduk pada waktu itu menganut agama Bhuda karena itu patih membangun tempat pemujaan berpa candi sehingga banyak penduduk Sriwijaya yang menetap di dusun itu

 

Kebahagiaan Patih semakin lengkap setelah  istrinya melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik jelita dan rakyat menyambut suka cita atas kelahiran sang putri . Untuk mengungkapkan rasa kebahagiaan patih mengadakan pesta rakyat Singkat cerita Putri Ayu tumbuh menjelma menjadi seorang gadis yang cantik jelita Adipati dan istrinya sangat memanjahkan anak semata wayangnya itu . Apapun kehendaknya selalu di turuti dan hal inilah yang membuat Putri ayu menjadi seorang putri yang angku dan sombong .Putri ayu yang cantik nan jelita itu tidak satupun gadis dusun itu yang menandinginya dan putir ayu pun menjadi besar kepala . Bak rembulan sudah indah jauh pula , begitulah putri ayu sudah cantik ,padai ,dan kaya pula pendidikan tinggi yang di tempah kepada Putri ayu melahirkan ,kecakapan menulis, menenun ,menari, menyanyi serta memasak keterampilan putri ayu tak di miliki gadis seusianya di dusun itu sehingga inilah yang telah membuat kesombongan semakin bertambah .

 

Suatu hari bujang gadis dusun itu  bermusyawarah untuk berbagi tugas merayakan pesta panen tahun ini dengan melakukan tarian berpasang -pasangan .Pertemuan bujang gadis tersebut sampai ke telinga putri ayu ,dan beliau ikut dengan bujang gadis dusun  pada musyawarah bujang gadis dusun itu Putri ayu tahu bahwa ia harus berpasangan dengan bujang anak petani warga dusun itu sehingga ia marah ‘…cuihhh mahap bae  aku bepasangan dengan bujang dusun  …!!! dak pantas anak seorang Adipati nari bersame dengan  bujang   dusun anak petani miskin seperti kamu …!! “ sambil meludah di depan seorang bujang  yang menawarkan diri untuk berpasangan sang putri seraya arahkan telunjuk kepada sang bujang

 

Mendapat cemohoan seperti itu merah padam wajah sang bujang , sunggu dirinya amat terhina di perlakukan seperti itu apalagi didepan orang banyak meskipun apa yang katakan putri ayu benar adanya  . “…tapi Putri ayu …hanya die bujang yang bisa menari dan cocok dengan tuan putri “ celetuk  dayang dayangnya meyakinkan sang putri ayu ‘’hhuhh , sape sudi!!! Aku dak galak  nari same mengan   ….aku putri Adipati sangat memaluke bila nari dengan bujang dusun ” tegas sang putri , dan aku nari dewek  dan jangan mimpi menari dengan Putri Ayu “… ketus  putri ayu sambil pergi meninggalkan musyawarah bujang gadis sambil menahan marah .

 

 sepeninggal Putri ayu “….congkak  nian putri  ….die pikir tubo dak pacak macam die  …keleke agek  , ancam seorang bujang menggerutu di antara para bujang gadis malam itu .

 

Dari balik kerumunan bujang gadis muncul seorang bujang sambil sedikit berteriak  “ tenang kawan kawan  !!! Putri ayu kite enjok  pelajaran  agar die pacak menghargei urang lain  “ ungkapnya  . Mamane  carenye  ….?? seorang gadis bertanya ,,”agek kite pikirke besame …” jawabnya

 

Tiba-tiba dari arah belakang seorang gadis langsung berkata “aku ade  usul …” pegila Putri ayu nari dewean tubo dake mampu ngalanginye die anak raje dan kite akan buat rencana jebakan  pade  jamuan makan  agek ‘’ usul sang gadis

 

Siang  berganti malampun berlalu perayaan pesta panen yang di rencanakan Adipati pun  tiba saatnya  Dan pada malam itu seorang pangeran tampan datang dari Sriwijaya untuk menyaksikan acara pesta panen sebagai tamu kehormatan . Putri ayu yang mengetahui kedatangan sang pangeran berusaha tampil sebaik-bainya karna mengharapkan dapat jodoh sang pangeran “ inilah jodoh ku yang paling tepat …” pikirnya dan ia bertekad ingin memikat hati sang pangeran Putri ayu yang banyak berlati menari di ibukota kerajaan  sehingga sangat lihai dalam menari .Saat acara di mulai benar-benar putri Ayu menari sendirian gerakanya yang lemah lembut sungguh indah  gemulai membuat  pandang mata para penonton terpanah akan kecantikan dan berdecak kagum akan kepiawaian  putri ayu dalam menari  “memang lihai nian putri ayu …puji sang  pangeran Sriwijaya  .

 

 Setelah pesta  hampir selesai seperti kebiasaan para bujang dan gadis dusun itu sibuk menyiapkan hidangan untuk makan malam yang biasa disebut warga Ngidang . Sementara itu di balik lumbung padi dusun itu di tengah kegelapan dua orang bujang telah mempersiapkan tali jebakan untuk sang putri ayu yang sombong .Seperti kebiasaan masyarakat Lematang zaman dulu menyiapkan makanan Ngidang untuk jamuan untuk para undangan sambil membawa bakul berisi makanan satu persatu bujang gadis   keluar membawa bakul makanan .

 

Pada  saat  giliran selanjutnya keluarlah sang putri Ayu  sambil membawa bakul makanan berjalan melenggak lenggok sambil menebar senyum dan mengharapkan perhatian sang pangeran .Persis di depan pendopo perayaan  saat putri ayu berjalan berlenggak lenggok   bersamaan dengan itu tali jebakan di rentangkan oleh dua orang bujang  kaki putri ayu tersandung  dan….gedubraaaak ….!!!! bakul berisi  lempar pisang dan makan lain  terpental ke udara Putri ayu terjerembab ke tanah …’’’aduuuk’’’pekiknya selanjutnya ”….ppranggg…..’’ piring di bakul keluar pecah berkeping keping

 

Bersamaan dengan itu ha …ha….ha….!!! suara tawa membahana warga dusun melihat Putri ayu terjatuh …. Wajah Putri Ayu merah padam menahan malu tak di nyana air matanya mengalir keluar sambil berteriak…..kurrrang ajar ….!!! sape yang ncelakeiku ., “ Semua terdiam ” sungguh  dak tau adat ……. Aku tau mengan  celakeke  aku karne mengan  irih “..putri ayu sambil  terisak .

 

Karna merasa malu yang teramat sangat  apalagi di depan pangeran Sriwijaya Putri ayu bersumpa. ‘’!!! Demi batara jagad seluruh yang berdarah Sriwijaya di tanah ini akan lenyap telan bumi dan yang berhubungan dengan Sriwijaya akan menjadi batu  …..mengan dak senang kami ,…tapi kami  dake ninggalkan tempat ini karne kami yang membukanye dan kami akan menghuninye ‘’ Dan dengan izin sang Pencipta ketika putri ayu selesai ucapkan sumpanya ia berlari ke tanah lapang sesampai di sana isak tangisnya bertambah menjadi-jadi  ,dan pada saat bersamaan kilat menyambar guntur bersahutan dan…tiba-tiba tanah bergerak merekah , dan bersamaan dengan itu tubuh putri ayu yang cantik jelitah raib di telan bumi di iringi jerit histeris mebahana  setelah berangsur-angsur suara  itu sunyi senyap.

 

Bersamaan dengan itu pula rumah-rumah dan candi-candi  dan  tempat pemujaan Budha dan juga benda –benda yang berhubungan dengan Sriwijaya lenyap di telan bumi dan keanehan inipun berlanjut semua orang yang berdarah Sriwijaya raib termasuk  Adipati dan penduduknya lenyap tanpa bekas ,hilang menjadi penghuni alam gaib .

 

Ketika hari mulai terang tanpak tanah yang tadinya datar telah berbukit bukit seperti telah menelan sesuatu , namun belakangan baru di ketahui kuil-kuil dan rumah yang menjadi batu dan di telan bumi itu adalah Candi bumi ayu .Dan akhirnya cerita Putri ayu tersebut tersebar dari mulut ke mulut dan dari masa ke masa dan oleh orang tua di lanjutkan kepada anaknya sehingga tanah Putri ayu lenyap tersebut di sebut penduduk sekarang menjadi Desa Bumi Ayu Sampai sekarang penduduk setempat di sekitar Candi Bumi ayu sangat meyakini cerita tersebut perna terjadi dan warga setempat sering menyebut orang penghuni candi bumi ayu adalah urang silam dan konon  cerita di sekitar candi bumi ayu sering terjadi penampakan  perempuan seperti seorang putri memakai pakain kerajaan ….cecak bengkarung nyudainye  .

 

 Pidin C Oteh

Sumber : Perpustakaan Kabupaten Muara enim dan di perkaya penulis

Tulisan ini di dedikasikan untuk pemuda pemudi Kecamatan Tanah abang yang mulai tinggalkan cerita rakyat nya sendiri yang merupakan kekayaan khasanah budaya PALI 

 

 

Print Friendly, PDF & Email

About Mahadaya Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful