Templates by BIGtheme NET
Home / BUDAYA / OPINI / Pengawasan Partisipatif Pemilu Di Daerah-Daerah Otonomi Baru

Pengawasan Partisipatif Pemilu Di Daerah-Daerah Otonomi Baru

                               Oleh

Iwan Dedi, S.Kom

Komisioner Bawaslu PALI

Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir merupakan salah satu daerah otonomi baru ( DOB ) pemekaran dari Kabupaten Muara Enim di provinsi Sumatera Selatan secara geografis terletak pada 2°50′ – 3°30′ Lintang Selatan dan 103°30′ – 104°20′ Bujur Timur yang berjarak sekitar 160 Km[4] ke arah baratdaya dari ibu Kota Sumatra Selatan, Kota Palembang atau 67 Km dari Kota Prabumulih. Luas wilayahnya 1.840 Km2 , atau 2,11 persen dari total luas Provinsi Sumatera Selatan dengan jumlah penduduk sebanyak 176,936 jiwa dan Jumlah pemilih 131,576 pemilih tersebar di 5 Kecamatan. Partisipasi berasal dari bahasa Inggris yaitu “participation” adalah pengambilan bagian atau pengikutsertaan. Menurut Keith Davis, partisipasi adalah suatu keterlibatan mental dan emosi seseorang kepada pencapaian tujuan dan ikut bertanggung jawab di dalamnya. Pengawasan partisipatif pemilu merupakan keterlibatan dalam memastikan proses tahapan-tahapan Pemilu dengan cara Mengumpulkan data Informasi serta mengiventarisasi temuan kasus terkait pelaksanaan pemilu yang dilakukan oleh kelompok Masyarakat atau Organisasi yang Independen dan Non partisan. Badan Pengawas Pemilihan Umum ( BAWASLU ) di mandatkan oleh konstitusional memiliki kewenangan yang sangat besar, tidak hanya sebagai pengawas, sekaligus sebagai hakim dalam penyelesaian sengketa pemilu. Dengan kewenangan yang sangat besar diberikan tentunya dalam menunjukan eksistensinya, BAWASLU memiliki strategi pengawasan yaitu mengutamakan pencegahan pelanggaran pada setiap tahapan untuk mengawal demokrasi yang berintegritas bagi kemajuan bangsa. Dalam melakukan pencegahan pelanggaran pemilu sebagaimana pada Pasal 94 Ayat (1) huruf “d” undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu yaitu salah satunya meningkatkan partisipasi masyarakat. Bawaslu dituntut untuk kreatif dalam mengembangkan dan melakukan tugas pengawasan sebagaimana tujuan dari pada pengawasan Pengawasan partisipatif pemilu di daerah otonomi baru ( DOB ) sangat perlu dikembangkan seperti sosialisasi aturan pemilu, kegiatan keagamaan, kegiatan olahraga dan pentas seni kebudayaan yang secara umum dapat mudah diterima oleh masyarakat pada daerah otonomi baru ( DOB ) hal ini tentunya dapat meningkatkan keterlibatan dari masyarakat pada pengawasan partisipatif pemilu sebagai upaya dan strategi dari pencegahan pelanggaran pemilu. Peran Divisi Pencegahan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga pada Lingkup Bawaslu Divisi Pencegahan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga adalah divisi yang memegang peranan penting sebagai ujung tombak dalam melakukan tugas pengawasan pemilu yaitu kegiatan mengamati, mengkaji, memeriksa, dan menilai proses penyelenggaraan Pemilu sesuai peraturan perundang- undangan dengan tujuan menegakkan integritas penyelenggara, penyelenggaraan pemilu. Melalui pengawasan Pemilu berintegritas dan berkredibilitas untuk mewujudkan Pemilu yang demokratis, memastikan terselenggaranya Pemilu secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, dan berkualitas, serta dilaksanakannya peraturan perundang-undangan mengenai Pemilu secara menyeluruh berdasarkan azas penyelenggaraan pemilu yakni mandiri, jujur, adil, kepastian hukum, tertib penyelenggara Pemilu, kepentingan umum, Keterbukaan, proporsionalitas, profesionalitas, akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas. Divisi Pencegahan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga merupakan divisi yang bersentuhan langsung dengan tahapan penyelenggaraan pemilu dimana divisi yang dituntut untuk selalu mencari/mengiventarisasi temuan beserta bukti-bukti dan data-data pada setiap tahapan yang di selenggarakan, selain itu juga Divisi Pencegahan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga berperan aktif dalam mencegah pelanggaran pemilu contohnya melakukan kegiatan sosialisasi pengawasan tahapan pemilu dan melakukan pengawasan melekat. Tatangan PILKADA serentak 2020 Dalam melaksanakan tugas pengawasan menghadapi Pilkada pada Tahun 2020 ada beberapa tantangan yang terbentang jelas sebagai Divisi yang bersentuhan langsung dengan tahapan penyelenggaraan Pilkada Tahun 2020 diantaranya : 1. Kemungkinan Incumbent akan tetap maju dalam kontestasi Pilkada tahun 2020, hal ini tentunya yang akan menjadi tantangan bagi pengawas yaitu dalam mengupayakan pencegahan keterlibatan ASN, Kepala Desa dan Perangkat Desa; 2. Kurangnya sosialisasi regulasi terhadap aturan-aturan tentang penyelenggaraan Pilkada secara merata kepada penyelenggara, peserta dan masyarakat tentunya juga menjadi tantangan bagi pengawas dalam melakukan tugas dan fungsinya sebagai pengawas pemilihan kepala daerah; 3. Indikasi politik uang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam Pemilu maupun Pilkada, tantangan sebagai pengawas dituntut untuk melakukan upaya pencegahan dalam meminimalisir dan mengatasi indikasi politik uang; 4. Belum adanya peraturan daerah yang mengatur tentang tatakota sehingga menjadi sebuah tantangan bagi pengawas dalam mengawasi masa kampanye yakni pada saat penertiban alat peraga yang melanggar. Suka Dan Duka Pemilihan Umum Tahun 2019 telah usai, tentunya banyak sekali suka dan duka sebagai seorang pengawas, sukanya itu banyak teman baru, menambah wawasan dan pengalaman dalam pemilu, menjadi publik figur khususnya di tingkatan semua pengawas dan penyelenggara pemilu lainnya serta kepuasan tersendiri ketika hasil pemilu dapat dipercaya oleh masyarakat karena dapat mencatatkan nama didalam dibagian sejarah keberhasilan tersebut, sedangkan yang menjadi dukanya adalah dengan kesibukan yang sangat padat dalam mengawasi setiap tahapan penyelenggaran pemilu tentunya sebagai pengawas dituntut untuk siap bekerja penuh waktu tentunya menyita waktu kebersamaan di tengahtengah keluarga baik itu anak dan istri serta kerabat dalam lingkungan sosial, selain itu juga sebagai seorang pengawas selalu merasa kekhawatiran dalam menjalankan tugas pengawasan apakah tahapan bisa berjalan dengan lancar atau tidak lancar sesuai apa yang diharapkan oleh masyarakat umum. Resolusi Sebagai pengawas harapannya pada pengawasan pemilu atau pilkada kedepannya perlu banyak dilakukan sosialisasi terkait aturan perundang-undangan dan sosialisasi pengawasan partisipatif sehingga dapat meminimalisir dugaan-dugaan pelanggaran pada setiap tahapan penyelenggaran baik itu di Pemilu maupun Pilkada, dan secara pribadi berharap dapat menjadi bagian-bagian dari keberhasilan sejarah demokrasi yang berkemajuan untuk bangsa dan Negara.

Biografi singkat Penulis

Nama : Iwan Dedi, S.Kom Tempat dan Tanggal Lahir : Pandan, 02 Agustus 1975 Alamat : Dusun II Desa Pandan, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera

Selatan. Pendidikan : Strata 1, Komputer Pengalaman di Pemilu : – Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan Tanah Abang Tahun 2017 – 2018 – Anggota Bawaslu Kabupaten PALI Periode 2018-Sekarang

 

Karya : – Motto
Hidup : Selagi Matahari Bersinar Tetaplah Berdiri Di Bawahnya.

Print Friendly, PDF & Email

About Mahadaya Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful