Templates by BIGtheme NET
Home / BUDAYA / Booklet Fajar Indonesia Network Sebut Bahasa Lematang Terancam Punah Tim Kemendikbud Akan Ke Lapangan

Booklet Fajar Indonesia Network Sebut Bahasa Lematang Terancam Punah Tim Kemendikbud Akan Ke Lapangan

Rumah adat Lematang

PALI ,KP / Mahadayaonline.com—Sebuah media nasional Fajar Indonesia Network yang menulis dalam bookletnya bahwa bahasa daerah Lematang di Sumatera selatan terancam punah .Status ini banyak menuai tanggapan berbagai pihak baik kalangan masyarakat Lematang dan para akademisi juga budayawan Sumsel di Jakarta.

Bahkan Balai Bahasa Sumatera selatan seperti di ungkapkan Muhamad Irsan M hum terkait booklet yang sebarkan Fajar Indonesia network di media sosial yang menyebut salah satu bahasa suku Lematang di Sumatera selatan berstatus terancam punah .

Menurut ahli bahasa dari Balai Bahasa Sumsel ini pihaknya lagi menunggu verifikasi Balai Bahasa Pusat terkait status booklet di buat Fajar Indonesia Network karena menurut kami bahasa Lematang dan dialek-dialeknya masih digunakan secara luas oleh penuturnya/masyarakat. Jadi, tidak mungkin berada dalam status terancam punah. jelasnya .

Namun kita masih tunggu hasil verifikasi mereka nanti jelasnya .Masih menurut Muahamd Irsan kepunahan bahasa terkait dengan kematian bahasa, yaitu kondisi yang menggambarkan sebuah bahasa tidak lagi dituturkan. Salah satu keadaan yang memperlihatkan gejala-gejala kepunahan bahasa adalah penurunan jumlah penutur aktif secara drastis.dan kami belum melihat gejala itu di suku Lematang ,tuturnya

Ada beberapa faktor penyebab kepunahan bahasa, yaitu
1. Bencana alam,
2. Perang,
3. Genosida,
4. Ekonomi, misalnya kemiskinan di pedesaan memicu terjadinya urbanisasi. Ketika berada di kota, para migran tadi melupakan bahasa daerah mereka dan lebih cenderung menggunakan bahasa umum yang digunakan di kota tersebut).
5. Politik, misalnya kebijakan pendidikan yang mengabaikan bahasa daerah serta kurangnya pengkuan atau larangan terhadap penggunaan bahasa minoritass dalam kehidupan masyarakat,
6. Dominasi budaya mayoritas, misalnya bahasa mayoritas dan bahasa negara di dalam pendidikan dapat mengakibatkan terpinggirnya bahasa daerah,
7. Sikap, misalnya sikap bahasa masyarakat yang menganggap bahasa daerahnya lebih rendah dibandingkan bahasa mayoritas. Hal itu tentu mengakibatkan bahasa itu tidak pernah digunakan ataupun diajarkan kepada anak-anak mereka. Selain itu, suatu bahasa dikatakan terancam punah jika bahasa itu sedikit digunakan dalam kegiatan sehari-hari sehingga kehilangan fungsi sosial atau kemunikatifnya. Generasi muda sudah mulai berpindah ke bahasa mayoritas dan jarang menggunakan bahasa daerah.

Beberapa kategori dalam penentuan status sebuah bahasa adalah sebagai berikut.
1. Bahasa berstatus punah, yaitu bahasa yang sudah tidak dituturkan atau tidak ada penuturnya lagi,
2. Bahasa berstatus sangat terancam, yaitu bahasa yang penuturnya 40 tahun ke atas dan sangat kritis karena penuturnya sedikit, berusia 70 tahun ke atas,
3. Bahasa berstatus terancam punah, yaitu bahasa yang hanya digunakan oleh penutur berusia 20 tahun ke atas atau generasi tua dan digunakan dalam ranah keluarga,
4. Bahasa berstatus mengalami kemunduran, yaitu sebagian anak-anak dan kaum tua menggunakannya, tetapi jarang digunakan dalam ranah umum/publik,
5. Bahasa berstatus stabil, tetapi terancam punah, yaitu bahasa yang digunakan semua anak dan kaum tua, tetapi jumlah penutur sedikit,
6. Bahasa berstatus aman, yaitu bahasa yang digunakan dalam semua ranah komunikasi.

Terkait informasi yang kami sampaikan ke Balai Bahasa Pusat terkait status bahasa Lematang akhirnya tim Badan Bahasa Jakarta akan turun ke lapangan untuk memverifikasi informasi yang telah mereka ungkapkan di booklet tersebut .

Terpisah Abdul Gofur mantan anggota. DPRD Muara enim toko masyarakat Lematang di Kabupaten PALI tidak sependapat booklet Fajar Indonesia Network yang menyebut bahasa Lematang terancam punah kami terus menggunakan bahasa Lematang bahkan anak dan generasi muda Lematang belum meninggalkan bahasa nenek moyang ini .ungkapnya

Sementara itu Kepala dinas Pendidikan Kebudayaan Kabupaten PALI Kamriadi Spd di konfirmasi terkait status bahasa Lematang oleh FIN belum mengetahui informasi tersebut seraya mengucapkan terimah kasih atas informasi tersebut .(red)

Print Friendly, PDF & Email

About Mahadaya Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful