Home / Muara enim Area / Ormas GPAB Konsisten Kawal  Dugaan Kelalaian Perusahaan  Tambang Di Tanjung enim

Ormas GPAB Konsisten Kawal  Dugaan Kelalaian Perusahaan  Tambang Di Tanjung enim

 

Tanjung Enim, KP / Mahadayanline.com—Dugaan Kelalaian Tambang PT. Bukit Asam yang menyebabkan banjir di Desa Tegal Rejo RT. 14, dan penurunanan Tanah Disposal ke Lahan Masyarakat dan anak sungai kiahan di Desa Tegalrejo RT. 6 serta dugaan penutupan atau pengalihan anak sungai kiahan, mbiung dan mbemban di desa Darmo yang menyebabkan banjir,    masih belum selesai, untuk di RT. 14 dari kurang lebih 42 KK yang terdampak, sekitar kurang lebih 8 KK yang belum selesai menurut salah satu warga RT. 14 yang bernama Hendi, hal ini dibenarkan oleh Tokoh Masyarakat Desa Tegalrejo RT.14 Bapak Sugiarto, di tambahkan lagi oleh Bapak Sugiarto bahwa proses Negoisasi berjalan lancar, sehingga sudah kurang lebih 36 KK sudah bersedia di relokasi dengan harga bervariasi sesuai dengan luas lahan dan bentuk rumah warga. Dari 8 KK yang belum selesai di relokasi hari ini selasa, 01 september 2020 akan negoisasi sebanyak 3 KK, dan harapnya semoga negoisasi berjalan lancar. Selasa 01 September 2020

Menurut salah satu warga yang tidak mau di sebut namanya, negoisasi yang dilaksanakan PT. Bukit Asam kurang adil, dikarenakan lahan warga yang tidak mempunyai bangunan harganya lebih besar dari lahan dan bangunan dia, makanya untuk saat ini dia belum mau melakukan negoisasi harga yang di laksanakan oleh PT. Bukit Asam.

Secara terpisah salah satu warga RT.6 yaitu Bapak Apriansyah mengharapakan solusi dari lahan mereka yang terdampak akibat dugaan turunya disposal Tambang Bukit Asam ke Lahan Dia dan harapan Bapak

Apriansyah agar lahan mereka dibebaskan. Begitu juga salah satu masyarakat Desa Darmo yaitu Bapak Asminidi mengharapkan solusi dari kebun mereka yang terdampak akibat dugaan penutupan atau pengalihan anak sungai.

 

Salah satu ORMAS Generasi Pengerak Anak Bangsa (GPAB) Kab. Muara Enim  melalui Ketuanya Ujang Toni menyatakan akan terus mendorong pihak PT. Bukit Asam  untuk menyelesaikan masyarakat yang terdampak, yaitu RT. 14, RT. 6 dan Desa Darmo, Alhamdulillah untuk RT. 14 tinggal sedikit lagi masyarakat belum di bayar, dan untuk RT. 6 dan Desa Darmo sama sekali belum ada tanda-tandanya, nanti kita akan tanyakan kelanjutannya.

 

Masih menurut Ujang Toni pada saat ini dari GAKUM KLHK Provinsi Sumatera Selatan dan POLDA Sumatera Selatan masih mempelajari kasus ini apakah benar dugaan kelalaian Tambang PT. Bukit Asama atau masalah Alam, dan masih menurut Ujang Toni selaku Ketua ORMAS GPAB Kab. Muara Enim akan mempertanyakan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia perihal tindak lanjut permasalahan ini.

Secara terpisah Manager HUMAS PT. Bukit Asama Bapak Iko Gusman melalui Whast Up (WA) menyatakan bahwa PTBA akan terus secara konsisten menindaklanjuti seluruh rekomendasi dari Dinas Lingkungan Hidup  (DLH) Kabupaten Muara Enim, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (DLHK) Provinsi Sumatera Selatan serta  Bupati Muara Enim.

 

Secara teknis progres atas tindaklanjut tersebut sudah sangat signifikan dan terus berkelanjutan. Dalam hal pembasan lahan, komunikasi dan koordinasi kita sejauh ini telah berjalan dengan lancar. Hasilnya, Alhamdulillah, sebagaian besar sudah sepakat, dan beberapa warga masih dalam tahap negosiasi.

 

Kepala Desa Tegal Rejo Bapak Teguh Priyono dimintai konfirmasinya melalui Whatshap masalah RT. 14 dan RT. 6 mengatakan Harapan saya untuk di rt.14 smoga semua nya berjalan lancar tanpa adanya halangan apapun, untuk proses pergantiannya smoga dipercepat.. Agar warga bisa cepat mencari tmpt tinggal yg baru. Untuk di rt. 6 smoga cepat ditindak lanjutin oleh pihak PT. Bukit Asam.

 

(Lia)

Print Friendly, PDF & Email

About Mahadaya Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful