Home / KRIMINAL / Jebol Tanggul Pertambangan Air Laya Terindikasi Human Eror GPAB Desak Kepolisian Usut Tuntas

Jebol Tanggul Pertambangan Air Laya Terindikasi Human Eror GPAB Desak Kepolisian Usut Tuntas

area pertambangan PT PAMA di Tanjung enim

Tanjung enim KP / Mahadayaonline.com–Tanggul pertambangan Air Laya Barat PT Bukit Asam (PT BA) di wilayah Tanjung Enim, Sumatera Selatan, jebol dan longsor, Kamis (1/10) sekitar pukul 05.15 WIB.Akibatnya peristiwa tersebut  alat berat berupa excavator dan dozer tertimbun.

Pasca kejadian DPC Generasi Penggerak Anak Bangsa(GPAB) Kabupaten Muara Enim melakukan investigasi karena sebelumnya GPAB Muara enim sudah mendapat informasi   penambangan yang dilakukan oleh PT. Pama Persada Nusantara, dilokasi tersebut pernah di tinjau oleh PT. SBS pada tahun 2015, menurut pengakuan ex karyawan PT. SBS yang berinisial S di bagian engenering, mengecek lokasi tersebut untuk melakukan pertambangan, setelah dilakukan pengecekan ke lapangan PT. SBS tidak sanggup melakukan penambangan di lokasi tersebut karena resiko tinggi.

Saat ini terjadi peristiwa yang sangat mengejutkan dimana terjadi peristiwa jebolnya tanggul di lokasi penambangan, peristiwa ini tidak mengejutkan bagi  ex karyawan PT. SBS yang berinisial S, karena hal tersebut sudah diprediksi oleh beliau, sementara itu  menurut ex karyawan PT. Pama Persada Nusantara yaitu Bapak AH mengatakan sangat mengheranakan PT. Pama Persada Nusantara menggunakan Excavator PC400  biasanya PC 400 sub kontraktor Pama Persada Nusantara, Karyawan Pama Persada Nusantara biasanya menggunakan Excavator PC750 keatas.

Sesuai dengan Standar Operasional biasanya terdapat Alat Pengukur Pergerakan Tanah di lokasi Tambang bawah tanah, apakah alat tersebut tidak berfungsi dengan baik? atau Group Leader (GL) tidak berfungsi?  Sehingga pergerakan tanah tersebut tidak ada yang mengetahui.

Menurut Ketua sangat disayangkan peristiwa ini terjadi yang menyebabkan ada korban bahkan sampai sekarang karyawan yang bernama   Federik Hansen Sagala belum ketemu, yang sangat menyedihkan saat kejadian terjadi Tambang Air Laya masih buka, dan baru di liburkan tanggal 03 Oktober 2020, sesuai dengan surat General Manajer PTE Bapak Biverli Binanga dengan Nomor Surat : T/283/251000/PR.01.04/X/2020, perihal : Pemberhentian Sementara Operasi Produksi di UPTE. Kenapa kurang ada empaty dari pihak PT. Bukit Asam, harusnya pada saat itu juga kegiatan produksi dihentikan dan fokus terhadap pencarian korban.

Masih menurut Ujang Toni, Generasi Penggerak Anak Bangsa  Kab. Muara Enim peristiwa jebolnya taggul tersebut mengindikasikan terjadi human eror dan PT PAMA terkesan hanya mencari keuntungan semata dengan mengabaikan keselamatan pekerja  , jelasnya

Sementara dari Pihak PT. Bukit Asam melalui Humasnya Bapak Iko Gusman mengatakan Dengan sangat prihatin disampaikan bahwa terjadi longsor di Tambang Air Laya Barat pada Kamis 1 Oktober 2020 sekitar jam 05.15 Wib yang mengakibatkan tertimbunnya alat berat operasional tambang.

Sesuai prosedur kejadian tersebut  telah dilaporkan kepada Kepala Inspektur Tambang.

Saat ini tim  fokus melakukan evakuasi terhadap satu orang operator alat berat dan perusahaan akan melakukan langkah-langkah terbaik dalam penanganan kejadian ini termasuk kepada korban.

Sementara itu dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muara Enim Ir. Kurman, M.Si mengatakan untuk longsor di TAL PTBA kewenangannya ada di Inspektur Tambang, kita juga menunggu hasil investigasi Inspektur Tambang.(nita/Lia)

Print Friendly, PDF & Email

About Mahadaya Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful