Home / BUDAYA / OPINI / Keterkaitan Polusi Udara dan Kesehatan Mental

Keterkaitan Polusi Udara dan Kesehatan Mental

Oleh : Ananda Violline
Mahasiswi Semester 5 FakultasKesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya

Seperti yang kita ketahui polusi udara menjadi permasalahan yang sangat serius diberbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Pada tahun 2019 ini, Indonesia sedang mengalami permasalahan yang sangat serius berkaitan dengan Asap  Kebakaran Hutan dan Lahan. Dimana Kebakaran Hutan dan Lahan ini sebagian besar terjadi di pulau Sumatera dan Kalimantan yang menyebabkan memburuknya Kualitas Udara.

Ilustrasi. karbondioksida hasil pembakaran sangat mencemari udara

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada tanggal 18 September 2019, terdapat 2.719 titik panas Kebakaran Hutan dan Lahan di seluruh Indonesia. Titik panas tersebut tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Bali.Bahkan Kualitas udara di Kalimantan Barat dan Tengah mencapai level berbahaya dengan jumlah masing-masing 346 titik api dan 281 titik api. Sedangkan di Riau terdeteksi berbahaya hanya dengan 388 titik api dan Sumatera Selatan kualitas udaranya sangat tidak sehat dengan 482 titik api.

Polusi udara tidak hanya menyebabkan dampak terhadap kesehatan fisik tetapi juga berdampak pada kesehatan mental masyarakatnya, hal ini dinyatakan dalam penelitian yang dilakukan oleh Khan dan Robert.

Adapun dampak dari terpapar polusi udara terhadap  Kesehatan Mental. Berikut diantaranya :

  • Kurangnya kejernihan mental
  • Kecemasan
  • Lambat memproses ide baru
  • Kesedihan
  • Tidak sabar
  • Mudah marah
  • Kurang motivasi
  • Apatis

Beberapa peneliti mengemukakan bahwa gangguan kesehatan mental disebabkan karena kualitas udara yang buruk. Kualitas udara yang buruk dapat menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan. Peradangan tersebut selanjutnya akan menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan gangguan sistem saraf ngguan sistem saraf ini diakibatkan karena kerusakan  neurovaskular yang diakibatkan karena paparan O3 dan PM 2,5 secara terus menerus sehingga menyebabkan tekanan pada otak.  Beberapa polutan udara bisa masuk ke otak melalui hidung dan secara langsung menyebabkan peradangan dan kerusakan pada otak (Jacob King,2018).

Adapun beberapa cara yang bisa kita lakukan agar tidak terpapar polusi udara, yaitu :

  • Tidak membakar sampah diarea sekitar rumah
  • Tidak membakar Hutan dan Lahan
  • Pastikan ventilasi udara dirumah dan dapur baik, agar asap masakan tidak menjadi polusi udara di dalam rumah
  • Gunakan alat pembersih udara dengan penyaring yang memiliki teknologi HEPA
  • Kenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan yang beresiko membuatnya terpapar polusi udara.

 

Print Friendly, PDF & Email

About Mahadaya Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful