Home / KRIMINAL / Kemana Lari… Besi Bongkaran GOR 10 November PALI Yang Di Taksir Hampir Setengah Miliar 

Kemana Lari… Besi Bongkaran GOR 10 November PALI Yang Di Taksir Hampir Setengah Miliar 

PALI KP / Mahadayaonline.com– Kementerian Keuangan Repulik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) telah membukukan aset ex Pertamina Pendopo yang dipinjam pakaikan kepada Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berupa stadion olah raga berikut tribun dan tiga bangunan lainnya yang terletak dalam satu hamparan di tengah jantung ibu kota PALI.

Selanjutnya Pemda PALI yang selaku penerima kuasa GOR 10 november mendapat bantuan Gubernur Sumatera selatan berupa rehabilitasi total GOR 10 November senilai 5 Miliar lebih bersumber dari CSR PTBA dalam program 10 GOR seSumsel senilai 128 Miliar termasuk di dalamnya Kabupaten PALI

Dalam prakteknya renovasi GOR 10 November PALI yang di mulai pengerjaan pada bulan februari banyak mengalami kendala berupa keterlambatan suplai material besi juga pendanaan sehingga renovasi mangkrak sehingga di pastikan tahun 2021 GOR tersebut tidak selesai .

Siaran pers dari PT. Bukit Asam (PTBA) yang diterima tim melalui pesan Whatsapp beberapa waktu lalu menunjukan bahwa terdapat kelemahan dalam pengawasan. Sebagai financier yang membelajakan Rp. 5,7 miliar uang Corporate Social Responsibility (CSR), PT BA tidak cermat mengetahui kondisi di lapangan. PT BA bahkan tidak mengetahui jikalau dilokasi pembangunan sudah lama tidak ada aktifitas pekerjaan.

 

Renovasi GOR 10 November PALI di duga telah menjadi ajang pengerukan keuntungan pribadi oleh pihak pihak tertentu sehingga GOR 10 November tersebut mandek . LSM Ampibhi menyoroti dugaan adanya pengelapan material bongkaran yang di taksir bisa mencapai setengah Miliar ‘ semua bangunan GOR 10 November semua material bangunannya terbuat dari besi berbagai ukuran di taksir mencapai ratusan ton dan juga seng bekas , material matreial tersebut kemana , ujar wakil ketua LSM Amphibi Sumatera selatan tersebut

 

Pertama, Pihak Pemkab PALI melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mengakui bahwa mereka tidak berhak memanfaatkan (digunakan kembali ataupun dilelangkan) mengingat status pinjam pakainya. Kemudian, BPKAD juga tidak memiliki kompetensi dalam hal melakukan penghitungan taksiran bongkaran BMN dan mengarahkan tim untuk menkonfirmasi pihak Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) terkait informasi keberadaan (penyimpanan) bongkaran BMN.

Konfirmasi dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Lahat, pihak Pertamina , BPKAD Kabupaten PALI , Dinas Perumahan Pemukiman PALI sepakat mengatakan bahwa BMN sementara menjadi tanggung jawab kontraktor .Namun di lapangan BMN yang di maksud sudah tidak ada lagi

Potongan-potongan kecil pipa besi sisa bongkaran BMN yang teronggok di sisi timur tribun yang berhasil diabadikan keberadaannya oleh tim sedianya menjadi titik berangkat adanya indikasi penggelapan BMN atau setidaknya dapat mengungkap adanya penyalahgunaan wewenang yang pada gilirannya dapat menyebabkan negara dirugikan karenanya. (TIM)

Print Friendly, PDF & Email

About Mahadaya Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful